8 Cara Mencegah Alzheimer dan Demensia (Pikun)

RADIOPENSIUNAN.COM

Alzheimer dan demensia adalah gangguan kesehatan yang menyerang fungsi otak, di mana penderitanya mengalami penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir.

Meskipun Alzheimer dan demensia seringkali didiagnosis pada orang lanjut usia di atas 60 tahun, namun nyatanya kedua kondisi ini juga dapat menyerang usia muda. Karena itu, setiap tanggal 21 September, diperingati sebagai Hari Alzheimer Sedunia.

Hari Alzheimer sedunia menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan perawatan terhadap Alzheimer dan demensia.

Lantas bagaimana cara pencegahan Alzheimer dan demensia? Simak selengkapnya.

Perbedaan Alzheimer dan Demensia

Sebelum membahas cara mencegah Alzheimer dan demensia, perlu kita ketahui apa itu demensia dan Alzheimer.

Demensia adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan serangkaian gejala yang memengaruhi kemampuan kognitif, ingatan, cara berpikir atau penalaran, dan perilaku.

Demensia bukan lah bagian normal dari penuaan. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan sel otak yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk berkomunikasi.

Ada beberapa jenis demensia dan penyebab demensia tergantung pada jenisnya. Beberapa jenis demensia di antaranya:

  • Penyebab demensia vaskular terjadi karena berkurangnya aliran darah ke otak, biasanya akibat stroke ringan atau masalah vaskular lainnya yang menyebabkan gangguan kognitif
  • Lewy body dementia ditandai dengan adanya endapan protein abnormal yang disebut lewy body di dalam otak
  • Frontotemporal dementia (FTD) merujuk pada sekelompok gangguan yang disebabkan oleh degenerasi lobus frontal dan temporal otak
  • Penyebab demensia campuran biasanya terjadi akibat kombinasi dari berbagai jenis demensia

Sedangkan penyakit Alzheimer merupakan penyebab atau jenis demensia yang paling umum.

Alzheimer adalah penyakit otak degeneratif yang disebabkan oleh perubahan otak yang kompleks setelah kerusakan sel.

Penyakit ini menyebabkan gejala demensia yang dapat memburuk seiring berjalannya waktu.

Gejala awal Alzheimer yang paling umum adalah kesulitan mengingat informasi baru karena penyakit ini biasanya memengaruhi bagian otak yang berhubungan dengan pembelajaran terlebih dahulu.

Penyebab penyakit Alzheimer sangat kompleks, tetapi salah satu penyebab alzheimer yaitu karena adanya penumpukan dua zat di dalam otak yang disebut amiloid dan neurofibril.

Zat-zat ini menggumpal dan membentuk struktur kecil yang disebut plak. Kondisi ini membuat otak lebih sulit bekerja dengan baik. Bahkan, Alzheimer juga dapat mengurangi jumlah zat kimia penting yang dibutuhkan untuk mengirim pesan ke seluruh otak.

Bisakah Alzheimer dan Demensia Dicegah?

Seiring bertambahnya usia, kamu mungkin khawatir akan tingginya risiko Alzheimer dan demensia yang mungkin bisa terjadi.

Karenanya, tak sedikit yang bertanya-tanya “Apakah Alzheimer dan demensia bisa dicegah?”

Saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan kalau penyakit Alzheimer dan demensia dapat dicegah sepenuhnya.

Cara Mencegah Demensia dan Alzheimer

Meskipun tidak ada pengobatan atau pencegahan sepenuhnya yang terbukti efektif untuk Alzheimer dan demensia. Namun, menjalani gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi faktor risiko terkena kedua gangguan ini

Berikut beberapa cara mencegah Alzheimer dan demensia atau pikun yang bisa kamu lakukan:

1. Kendalikan Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi memiliki efek berbahaya pada jantung, pembuluh darah, dan otak, serta meningkatkan risiko stroke dan demensia vaskular .

Oleh karena itu, mengendalikan tekanan darah dengan gaya hidup sehat seperti Mengobati tekanan darah tinggi dengan perubahan gaya hidup sehat, seperti berolahraga dan berhenti merokok dapat membantu mengurangi risiko demensia dan Alzheimer.

2. Rutin Melakukan Aktivitas Fisik

Pencegahan demensia dan alzheimer dapat dilakukan dengan rutin melakukan aktivitas fisik secara teratur.

Aktivitas fisik secara teratur dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung, sirkulasi, berat badan, dan kesehatan mental yang pada akhirnya bisa menurunkan risiko Alzheimer dan demensia.

3. Lakukan Diet Sehat

Menerapkan pola makan yang menyehatkan jantung juga dapat membantu melindungi otak dan mencegah penyakit Alzheimer maupun demensia.

Dua pola makan yang telah diteliti dan memiliki kemungkinan besar dalam menurunkan risiko Alzheimer adalah pola makan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) dan pola makan Mediterania.

Beberapa menu diet DASH biasanya berupa sayur-sayuran, buah-buahan, produk susu rendah lemak atau bebas lemak, biji-bijian utuh, ikan, unggas, kacang-kacangan, dan minyak sayur.

Diet DASH membatasi asupan natrium, permen, minuman manis, dan daging merah.

Sedangkan diet mediterania mencakup sedikit daging merah dan memperbanyak makanan kaya biji-bijian utuh, buah dan sayuran, ikan dan kerang, serta lemak sehat seperti kacang-kacangan dan minyak zaitun.

4. Kelola Gula Darah

Cara mencegah demensia dan Alzheimer juga dapat dilakukan dengan mengelola kadar gula darah.

Kadar gula darah atau glukosa yang lebih tinggi dari normal dapat menyebabkan diabetes dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gangguan kognitif, dan demensia.

Untuk mengelola kadar gula darah, kamu bisa menerapkan gaya hidup sehat, seperti memilih makanan sehat dan bergizi, berolahraga secara teratur, berhenti merokok, dan rutin memeriksa kadar glukosa untuk membantu mengelola gula darah.

5. Jangan Berhenti Interaksi Sosial

Manusia adalah makhluk sosial. Manusia tidak bisa hidup dan berkembang dalam kesendirian, begitu pun dengan otak kita.

Otak kita, layaknya otot, perlu terus dilatih agar tetap berfungsi optimal. Interaksi sosial memberikan stimulasi yang sangat baik untuk otak. Ketika kita berinteraksi dengan orang lain otak kita bekerja lebih aktif.

Hal ini merangsang berbagai area otak yang terkait dengan memori, perhatian, dan keterampilan pemecahan masalah.

Selain itu, interaksi sosial juga dapat mengurangi stres dan perasaan kesepian, yang diketahui sebagai faktor risiko berkembangnya demensia.

Dengan aktif secara sosial, seperti bergabung dalam kelompok hobi, menghadiri acara-acara komunitas, atau bahkan sekadar berbicara dengan orang lain secara rutin, dapat meningkatkan daya tahan otak terhadap penurunan fungsi kognitif.

6, Melatih Kemampuan Otak Secara Rutin

Pencegahan Alzheimer dan demensia dapat dilakukan dengan melatih kemampuan otak secara rutin.

Kamu bisa meningkatkan kemampuan fungsi otak dengan mempelajari sesuatu hal yang baru, seperti belajar bahasa asing, berlatih alat musik, belajar melukis atau menjahit.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan permainan asah otak seperti teka teki silang, atau permainan kata dan angka seperti Scrabble atau Sudoku.

7. Pastikan Mendapat Tidur yang Cukup

Cara mencegah pikun juga bisa dilakukan dengan memastikan bahwa kamu mendapat waktu tidur yang cukup.

Beberapa penelitian telah menekankan pentingnya tidur berkualitas untuk membuang racun dalam otak. Oleh karena itu, usahakan untuk tidur selama 7-8 jam setiap malam.

Untuk membantu meningkatkan kualitas tidur, kamu bisa menetapkan jadwal tidur dan bangun dengan waktu yang sama, ciptakan ritual tidur yang menenangkan seperti mandi air hangat, mendengarkan musik yang menenangkan, dan meredupkan lampu sebelum tidur.

Saat menjadi kebiasaan, ritual malam akan mengirimkan sinyal kuat ke otak bahwa sudah waktunya untuk tidur. ( klinikpintar.id )

Loading ...
Scroll to Top