Diabetes pada Lansia, Ini Gejala dan Cara Mengendalikannya

RADIOPENSIUNAN.COM

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (glukosa) di dalam tubuh karena tubuh tidak mampu memproduksi hormon insulin yang cukup atau tidak merespons kerja hormon insulin (resistensi insulin). 

Pada dasarnya, diabetes adalah penyakit yang bisa dialami oleh siapa saja, namun cenderung lebih rentan terjadi pada orang lanjut usia (lansia). Bahkan, jika tidak segera ditangani dengan tepat, diabetes pada lansia cenderung lebih berisiko untuk menimbulkan sejumlah komplikasi serius, seperti kerusakan saraf serta gangguan pada fungsi ginjal, fungsi penglihatan, hingga fungsi jantung.

Dilansir dari siloamhospitals.com, apa saja gejala diabetes pada lansia yang perlu diwaspadai dan bagaimana cara mengendalikannya? Mari cari tahu jawabannya melalui artikel berikut ini.

Mengenal Diabetes pada Lansia

Diabetes adalah salah satu penyakit yang rentan dialami oleh lansia karena menurunnya fungsi organ pankreas dalam tubuh untuk memproduksi hormon insulin dan terjadi peningkatan intoleransi glukosa akibat proses penuaan.

Bahkan dilansir dari jurnal Diabetes Research and Clinical Practice, kasus diabetes pada lansia di tahun 2019 diestimasikan telah mencapai 19,3% dari total populasi individu berusia 65–99 tahun di dunia.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, diabetes adalah kondisi medis yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa di dalam darah (hiperglikemia), namun tubuh tidak bisa mengolah dan menggunakannya sebagai sumber energi. Pada dasarnya, diabetes dapat diklasifikasikan menjadi dua tipe, yaitu:

Diabetes tipe 1: Kondisi ketika organ pankreas dalam tubuh tidak mampu menghasilkan hormon insulin (hormon pengendali gula darah) secara optimal. Kondisi ini biasanya terjadi karena faktor genetik, sehingga penyakitnya sering kali dimulai pada masa kanak-kanak dan dewasa muda, yang kemudian berlangsung seumur hidup.

Diabetes tipe 2 (diabetes melitus): Penyakit gula darah yang terjadi karena tubuh tidak mampu merespons terhadap kerja hormon insulin dengan baik. Diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang dewasa dan lansia.

Pada dasarnya, diabetes pada lansia dapat dideteksi melalui sejumlah pemeriksaan gula darah. Berikut adalah kisaran kadar gula darah normal pada lansia:

Kadar gula darah puasa normal:  70-100 mg/dL. 

Kadar gula darah pada 2 jam setelah makan: kurang dari 140 mg/dL.

Kadar gula darah sewaktu: kurang dari 200 mg/dL.

Perlu diketahui, kadar gula darah pada 140-199 mg/dL telah masuk kategori prediabetes. 

Faktor Risiko Diabetes pada Lansia

Seperti yang telah dijelaskan di atas, lansia merupakan salah satu kelompok individu yang rentan mengalami penyakit diabetes, terutama penyakit diabetes tipe 2. Selain itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes pada lansia adalah sebagai berikut.

Telah memasuki kategori prediabetes, yaitu kondisi ketika kadar gula darah telah melebihi batas normal, namun belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai penyakit diabetes tipe 2.

Obesitas.

Memiliki kadar kolesterol tinggi.

Tekanan darah tinggi (hipertensi).

Menjalani pola hidup tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan yang mengandung gula dan lemak secara berlebihan, jarang berolahraga, kebiasaan merokok, dan lain sebagainya.

Gejala Diabetes pada Lansia

Pada dasarnya, gejala diabetes dapat berbeda-beda pada setiap individu. Sebagian penderita diabetes bisa saja hanya mengalami gejala yang cenderung ringan atau bahkan tidak bergejala sama sekali, sehingga kerap membuat mereka tidak menyadari kondisinya. Kendati demikian, berikut adalah beberapa gejala umum diabetes pada lansia yang perlu diwaspadai.

Merasa haus terus-terusan walau sudah minum air (polidipsia).

Sering buang air kecil lebih dari biasanya (poliuria).

Mudah lelah.

Merasa lemah, pusing, gemetar, kebingungan, atau bahkan kehilangan kesadaran. 

Penyembuhan luka cenderung lebih lama daripada biasanya.

Nyeri kepala.

Kesemutan atau mati rasa di sekitar tangan dan kaki.

Penglihatan kabur.

Peningkatan nafsu makan (polifagia).

Bengkak, kemerahan, dan nyeri pada gusi.

Mulut terasa kering (xerostomia).

Cara Mengendalikan Diabetes pada Lansia

Diabetes pada lansia merupakan kondisi yang perlu ditangani dan dikendalikan dengan tepat. Pasalnya, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, diabetes pada lansia dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi serius, di antaranya adalah gangguan sistem saraf, penyakit Alzheimer, stroke, gangguan fungsi ginjal, penyakit mata, hingga serangan jantung (infark miokard).

Lantas, bagaimana cara mengendalikan diabetes pada lansia? Berikut penjelasan selengkapnya.

Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung gula dan lemak secara berlebihan karena dapat memicu peningkatan kadar glukosa di dalam tubuh.

Bergerak aktif, seperti berolahraga secara rutin. Meski usia semakin bertambah, disarankan untuk tetap rutin melakukan aktivitas fisik ringan dan sederhana untuk membantu mengendalikan kadar glukosa, serta menghindari risiko obesitas yang dapat memicu diabetes pada lansia.

Menerapkan gaya hidup sehat, seperti berhenti merokok, mencukupi waktu tidur (8–9 jam setiap malam), dan perbanyak minum air putih.

Melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin.

Minimalkan Risiko Diabetes pada Lansia dengan Rutin Cek Kadar Gula Darah

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin merupakan salah satu upaya yang penting untuk dilakukan guna mengendalikan penyakit diabetes pada lansia.

Loading ...
Scroll to Top