
RADIOPENSIUNAN.COM
Sahabat Pensiunan, apakah anda tahu beda Solo dan Surakarta? Kota yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Karanganyar di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Sukoharjo di selatan dan barat, dan sebagian kecil berbatasan dengan Kabupaten Boyolali di barat, ada yang menyebut Solo, namun ada juga yang menyebut Surakarta. Padahal, kedua nama tersebut ternyata memiliki perbedaan makna dan fungsi.
Untuk menghindari kebingungan itu, Radio Pensiunan di Program Asal Usul edisi 9 Desember 2025 mengupas tentang perbedaan Solo dan Surakarta. Karena Selama ini, kedua sebutan tersebut sering digunakan secara bergantian, padahal secara penggunaan dan konteks, keduanya tidak sepenuhnya sama.
Apa Perbedaan Solo dan Surakarta?
Surakarta
Menurut Agus Awo, Jurnalis Senior yang menjadi narasumber tetap di Program Asal Usul, Surakarta merupakan nama resmi kota secara administratif. Nama ini digunakan dalam dokumen pemerintahan, data kependudukan, dan administrasi negara. Kota Surakarta terdiri dari lima kecamatan dengan jumlah penduduk lebih dari 500.000 jiwa. Dalam konteks hukum dan pemerintahan, Surakarta adalah satu-satunya nama kota yang diakui oleh negara.
Solo
Berbeda dengan Surakarta, Solo bukanlah nama wilayah administratif. Agus Awo menjelaskan, Istilah Solo merupakan sebutan populer yang lahir sejak masa kolonial Belanda. Penyebutan Solo digunakan untuk memudahkan layanan umum, seperti pos, telekomunikasi, dan transportasi. Oleh karena itu, Solo lebih merujuk pada titik kultural dan psikografis yang mencakup Kota Surakarta dan daerah di sekitarnya.
Asal-Usul Nama Solo
Secara historis, nama Solo berasal dari Desa Solo, yang dahulu dimiliki oleh tokoh bernama Ki Gede Solo. Desa ini kemudian dibeli oleh Pakubuwono II untuk dijadikan pusat pemerintahan Kerajaan Kasunanan Surakarta pada tahun 1745. Perpindahan ini dilakukan setelah Keraton Kartasura mengalami kerusakan akibat peristiwa Geger Pecinan.
Kenapa Nama Solo Tetap Digunakan oleh Banyak Orang?
Hingga saat ini, nama Solo masih digunakan dalam berbagai fasilitas publik, seperti Bandara Solo, Stasiun Solo Balapan, Solo Purwosari, dan berbagai penyebutan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Solo telah menjadi identitas sosial dan budaya yang melekat kuat di masyarakat, meskipun tidak digunakan secara administratif.
Jadi Agus Awo menegaskan, Surakarta adalah nama resmi kota secara administratif, sedangkan Solo adalah sebutan populer dan cultural. Keduanya berbeda dari sisi fungsi, namun merujuk pada wilayah dan identitas kota yang sama. Memahami perbedaan ini akan membantu anda menggunakan istilah secara tepat dan tidak lagi bingung saat menyebut Solo atau Surakarta. (Fitra)