
RADIOPENSIUNAN.COM
Pempek merupakan makanan khas Palembang, yang kini telah menyebar dan dikenal seantero Nusantara. Sehingga, Pempek menjadi pilihan utama untuk buah tangan, saat berkunjung ke Palembang. Selain harganya terjangkau, para pedagang pempek telah siap untuk mengemas pempek menjadi oleh oleh khas Palembang.
Salah satunya adalah Nyimas Nur Huda atau biasa disebut Cek Ida, yang menjadi narasumber Bincang Bisnis Pensiunan di Radio Pensiunan. Ia telah menekuni bisnis ini hampir 11 tahun lamanya. Bisnis yang diawali dari rumah, kini telah mempunyai warung makan di kampung pempek, Meski sepanjang jalan di kampong pempek juga menjual produk yang sama, namun Cek Ida tak pernah khawatir. Karena setiap pedagang memiliki rasa dan kualitas yang berbeda dalam mengolah pempek dan cukonya. Terbukti, menurut Cek Ida, omsetnya pernah mencapai 250 juta per/bulan. Hal itu terjadi, terutama saat hari libur di akhir tahun, awal tahun, atau lebaran.
Sementara untuk jumlah karyawan, Cek Ida menuturkan, semula hanya dibantu empat orang, kini sudah bertambah hingga dua belas orang. Meskipun pada saat pandemi Covid-19, Cek Ida hanya berjualan dari rumah, akibat adanya kebijakan tidak boleh keluar rumah. Meski dalam situasi keterbatasan, Cek Ida memastikan makanan datang ke rumah konsumen dalam keadaan bagus.
Kini setelah covid berlalu, Cek Ida menanjutkan bisnisnya dengan membuka warung pempek di kampung pempek. Salah satu upaya Cek Ida menarik pembeli adalah dengan memberikan tester, sehingga calon pembeli tertarik dan bisa merasakan langsung kualitas pempek yang dijual Cek Ida. Ia menjamin, kualitas pempek sangat terjamin, agar konsumer percaya dan tetap kembali kepada produknya. (Rayhan)