Lebaran Telah Usai 4 Kiat Lansia Agar Terhindar Dari Kesepian

RADIOPENSIUNAN.COM

Lebaran telah usai, namun rasa keseruannya masih tertinggal, dan akan terulang kembali pada tahun depan. Kisah-kisah lebaran, mulai dari berkumpul bersama keluarga, lucunya senyum bocah-bocah saat dapat amplop lebaran, hingga pertanyaan-pertanyaan yang cukup meresahkan bagi anak muda seperti “kapan nikah?” telah menjadi alasan mengapa lebaran bagi umat muslim di Indonesia sangat berkesan. Lebaran menjadi momen kesenangan tersendiri karena berkumpulnya sanak keluarga. Tetapi, keceriaan ini tiba-tiba berubah menjadi hening, ketika para lansia ditinggalkan oleh anak-anaknya yang akan kembali ke perantauan untuk beraktivitas seperti biasa.

Dilansir dari golantang.bkkbn.go.id, Fase lansia merupakan suatu masa yang akan dilalui oleh setiap manusia secara normal dalam satu siklus kehidupan. Usia tersebut dianggap sebagai fase terakhir setelah melalui beberapa fase sebelumnya, fase anak-anak, remaja, dan dewasa. Idealnya fase tersebut adalah masa untuk menikmati hasil bekerja semasa usia produktif yang telah dilalui.

Keheningan pasca lebaran membuat lansia kesepian, terutama bagi mereka yang ditinggalkan anak-anaknya ke negeri seberang. Kesepian adalah perasaan tersisihkan dari orang lain karena merasa berbeda dengan orang lain, tersisih dari kelompoknya, merasa tidak diperhatikan oleh orang-orang disekitarnya, terisolasi dari lingkungan, serta tidak ada seseorang tempat berbagi rasa dan pengalaman (Sampao, 2005). Kondisi ini menimbulkan perasaan tidak berdaya, kurang percaya diri dan kurang diperhatikan.

Na’Imah dan Septiningsih (2016) menyebutkan fenomena kesepian pada lansia yang merupakan masalah psikologis dan emosioal dapat dilihat dari: a) sudah berkurangnya kegiatan dalam mengasuh anak-anak, b) berkurangnya teman atau relasi akibat kurangnya aktifitas di luar rumah, c) kurangnya aktifitas sehingga waktu luang bertambah banyak, d) meninggalnya pasangan hidup, e) ditinggalkan anak-anak karena menempuh pendidikan yang lebih tinggi, atau meninggalkan rumah untuk bekerja, e) anak-anak telah dewasa dan membentuk keluarga sendiri.

Dalam rangka terwujudnya lansia tangguh, berikut empat kiat yang dapat dilakukan para lansia agar terhindar dari kesepian pasca lebaran:

  1. Mengembangkan Hobi
    Lansia dapat menghabiskan waktu di rumah dengan mengembangkan hobi. Mungkin ada yang hobinya menjahit, merajut, menggambar boleh dikembangkan. Pengembangan hobi ini dapat merangsang otak dan tangan agar terus aktif.
  2. Menerapkan Gaya Hidup Sehat
    Lansia dapat menerapkan gaya hidup sehat dengan memperhatikan pola makan dan melatih kebugaran fisik. Terkhusus lansia yang berusia 70 tahun ke atas sebaiknya melakukan latihan-latihan keseimbangan. Hal ini karena kalau tubuh tidak seimbang dan hanya bisa terbaring di tempat tidur, maka rasa kesepian semakin parah.
  3. Tetap Aktif Mengerjakan Kegiatan di Rumah
    Lansia hendaknya dapat tetap aktif di rumah dengan mengerjakan kegiatan sehari-hari di rumah, seperti merapikan rumah dan kegiatan ringan lainnya. Selain untuk menghindari kesepian, juga dapat mengurangi risiko terkena demensia (pikun).
  4. Rutin Berdoa
    Langkah yang tidak kalah penting adalah berdoa dan mempunyai kehidupan spiritual yang baik. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Tuhan dapat membolak-balikkan hati, mungkin seat ini merasa kesepian, nantinya tidak lagi merasa kesepian karena lansia tahu bahwa ada Tuhan yang selalu dekat dengannya.

Kiat-kiat di atas rasanya belum lengkap jika tidak dibarengi dengan dukungan anak dari lansia tersebut. Maka dari itu, mereka yang jauh dari orang tuanya seyogyanya menjadwalkan secara rutin untuk menghubungi orang tuanya yang sudah lansia melalui sambungan telepon ataupun video call. Dengan menerapkan semua yang telah disebutkan di atas, maka para lansia tidak akan kesepian lagi.

Loading ...
Scroll to Top