Tetty Kadi: Salut Radio Pensiunan Membahagiakan Banyak Orang

RADIOPENSIUNAN.COM

Acara Halal Bilhalal yang dihelat bersama antara Radio Pensiunan dengan Komunitas Lantip (Lansia Aktip) Peduli Indonesia Provinsi Jawa Barat yang dihadiri ratusan pendengar dan simpatisan dari seluruh Indonesia kali ini sangat mengesankan.

Bahkan salah satu yang sangat berkesan terhadap acara yang dihelat di Pendopo Ojo Dumeh, Jalan Tangkuban Perahu, Lembang Jawa Barat ini adalah salah seorang legenda penyanyi wanita Indonesia, Maria Tetty Kristanti Kadi atau yang dikenal dengan nama populernya Tetty Kadi.

Ternyata Tetty Kadi membersamai acara ini, selain sebagai punggawa Lantip Indonesia dan Jawa Barat yang membidangi Seni Budaya, juga membawa serta beberapa penyanyi yang deorbit beberapa tahun ini dalam bebagai acara di Indonesia.

Tetty yang hadir kali ini melah memposisikan sebagai salah satu perancang acara, bukan sebagai artisnya. “Saya dari semalam ikut menyusun acara ini dan menyusun penampilan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia ini agar acara yang disiarkan langsung oleh Radio Pensiunan ini berjalan lancer dan bagus. Saya pesankan jangan ada jeda terlalu lama, semua harus berjalan mengalir dan tersusun rapi. Saya tampil melengkapi saja,” ungkapnya kepada detiklampung.com.

Salut Radio Pensiunan

Bicara soal Radio Pensiunan, Tetty Kadi mengatakan sangat kagum atas ketenaran di seluruh dunia, bahkan saat ini secara riil didengar oleh 370-an ribu pendengar aktif melalui link radiopensiunan.com.

“Saya salut dan kagum. Radio Pensiunan ternyata menjawab kerinduan para pensiunan dan lansia. 370 ribu bukan angka yang kecil untuk ukuran pendengar sebuah radio. Ini luar biasa, Radio Pensiunan sudah bisa membahagiakan banyak orang. Bukan saja di Indonesia yaa, tetapi sampai ke Amerika, Eropa dan Asia,” kata Tetty.

Lebih lanjut Tetty menyampaikan bahwa kerjasama antara Radio Pensiunan dan Lantip Jawa Barat kali ini menurutnya merupakan momentum yang tepat dan baik untuk meningkatkan sinergi dalam rangka membangun manusia Indonesia, terutama yang berusia pensiun menjadi lebih sehat, gembira, bahagia dan memiliki harapan hidup yang lebih baik.

Masa Pensiun, lanjut Tetty, merupakan masa yang rawan untuk semua orang. Maka harus memiliki pola hidup dan program hidup lanjutan yang minimal membawa suasana hati tetap stabil.

“Dengan adanya Radio pensiunan kami para lansia kembali dibukakan kesempatan menampilkan potensi-potensi yang ada. Dan merasa kembali bermanfaat. Inia da kesempatan, diberikan hiburan, semangat dan mengingatkan masa lalu yang membuat kami semua kembali bahagia. Jangan larut pada usia tua, tetapi terus berkarya sebisanya, semampunya. Terima kasih Radio Pensiunan,” ungkapnya.

Makin Sensitif

Tidak menampik, bahwa semakin usia bertambah juga sering disertai sifat sensitive, mudah tersinggung dan sebagainya. “Yaa mayoritas begitu. Sensitif dan kadang malah lebih ekstrim. Tetapi kita semua harus bisa mengendalikan. Bahwa kita sudah tidak seperti dulu, tapi kita tetap harus berbuat. Namun sesuaikan dengan kemampuan kita saat ini. Dan kuncinya sabar dan sabar,” terangnya.

Sensitivitas, kata Tetty, dimiliki semua. Dan tergantung masing-masing untuk bisa mengatasinya. Karena tingkatan dan situasinya berbeda-beda.

Namun demikian secara manusiawi sebagai sosok yang masuk dalam kategori lansia, tetty mengaku sering lupa beberapa hal seperti pantang terhadap makanan tertentu, karena bisa memicu kolesterol, asam urat dan sebagainya.

“Nah ini kan manusiawi. Tetapi, saya mulai berusaha untuk bisa mengingatkan kepada anak-anak saya dulu yaa. Bahwa kesehatan itu perlu dijaga sejak usia muda. Kalau sadarnya sudah keburu tua, itu sudah terlambat.

Lomba Nyanyi Lansia

Sebagai seorang penyanyi yang dibesarkan oleh karya-karya pencipta lagu yang sangat handal masa 1970-an, Riyanto, yang tidak lain adalah sepupu Tetty Kadi, hingga saat ini terus berusaha untuk melakukan recovery lagu-lagu ciptaan “mas Kelik” panggilan akrab A Riyanto itu.

“Sampai sekarang saya terus melakukan recovery beberapa lagu ciptaan mas Kelik, dengan berbagai cara. Ini jug acara saya untuk membalas budi, bahwa saya bisa dikenal dan popular sejak saat itu karena karya beliau. Saya tidak akan lupa seumur hidup saya.” Kata Tetty.

Hingga pada seluruh perhelatan lomb-lomba bernyanyi untuk kalangan pensiunan dan lansia pun menyematkan lagu-lagu A Royanto, bahkan untuk penjurian dan lain-lain mengajak serta putri A Riyanto yakni Lisa A Riyanto, bersama koleg lainnya seperti Kristin Panjaitan dan Jaka Bimbo.

“Sejak tahun 2023, kami terus membuat lomba, melalui tahapan pengiriman lagu melalui media sosial terlebih dahulu untuk melakukan seleksi. Dan ternyata peserta untuk lagu nostalgia itu masih luar biasa, bahkan beberapa peserta dari Amerika dan Australia ikut. Dalam penyaringan itu, saya dan teman-teman harus kerja keras untuk memilih 20 terbaik, yang akan dipentaskan secara langsung,” tuturnya.

Bahkan para pemenang dari lomba yang diadakan sejak 2023 sampai 2025 ditampilkan di acara Hahal Bilhalal di Pendopo Ojo Dumeh berkolaborasi dengan radio Pensiunan.

“Juara-juara yang ditampilkan tadi dari Jogjakarta dan Semarang. Itu meskipun sudah usia lanjut masih memiliki suara yang hebat. Dan ini merupakan kado masa lansia kita semua,” tambahnya.

Politik & Seni

Sama saja, jika berbicara soal kesabaran. Baik dunia politik maupun seni, memerlukan dada yang lapang dan hati yang sabar, karena problemantikanya sangat besar di sana.

“Saya terjun di dunia politik selama 17 tahun. Di sana banyak pengalaman terkait membaca hati dan situasi. Karena tugas saya adalah membagi teman-teman untuk melakukan pekerjaan di seluruh Indonesia. Jadi kita harus sabar dan pandai membaca hati teman-teman,” ungkapnya.

Jadi, lanjut Tetty, harus pandai melakukan distribusi kemampuan yang ada pada banyak kader partainya agar bisa melakukan pekerjaan di tengah masyarakat dengan baik. Meskipun sering mendapatkan komplain, namun bisa diatasi dengan menyampaikan alasan dan datanya. “Saya punya data dan alasannya. Makanya teman-teman mengerti soal itu,” ungkap pelantun lagu Sepanjang Jalan Kenangan ini.

Dalam soal seni, wanita yang punya hobi memasak dan bertanam tanaman hidroponik ini mengatakan bahwa dirinya biasa mengurusi penyanyi dan anak-anak Band di daerah Jawa Barat maupun Jakarta.

“Sebagai orang yang sudah banyak pengalaman, tentu kita mau tahu juga apa kehendak dari anak-anak dan teman-teman kita para penyanyi dan anak-anak Band. Utamanya bahwa mereka ingin naik ke panggung, mau tampil. Maka kita yang bisa melihatnya. Bagaimana mengaturnya sehingga semua mengerti alasannya,” tambah ibu enam anak ini.

Hampir sama, masih kata Tetty Kadi, di dunia politik. Kadang ada kepentingan untuk bisa tampil ata bahkan terkait nomor urut pun bisa membuat pusing.

“Pada dunia politik, juga mirip. Kadang ada yang complain kenapa dia dipasang nomor sekian dan seterusnya. Tapi saya kan ada data konkrit, jadi menempatkannya tentu ada alasan dan tidak ngawur. Maka dari itu dengan penuh tanggungjawab tetap saya sampaikan alasannya. Mereka akhirnya mengerti juga,” ucap wanita kelahiran 3 April 1952 itu.

Tetty mengucapkan selamat ulang tahun untuk Radio Pensiunan yang ke 3, dan berharap terus mendukung kegiatan Lansia-lansia Indonesia khususnya, serta bisa terus membersamai kebahagiaan penduduk Indonesia umumnya. (don)

Loading ...
Scroll to Top