Tips Sederhana Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Bagi Lansia

RADIOPENSIUNAN.COM

Penyakit jantung merupakan salah satu kondisi dimana pembuluh darah, katup jantung, selaput jantung, otot jantung, maupun kelainan bawaan yang menyebabkan jantung tidak mampu memompa darah dengan efektif dalam tubuh sehingga mengakibatkan terganggunya sirkulasi yang dapat mengancam nyawa. Berdasarkan data, penyakit jantung adalah salah satu penyebab utama adanya gangguan kesehatan pada lansia di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, bahwa memasuki usia tua seorang lansia akan mengalami perubahan signifikan salah satunya terkait fungsi organ tubuh. Seiring bertambahnya usia, fungsi organ jantung dan pembuluh darah akan mengalami penurunan fungsi secara alamiah seperti dilansir dari ramahlansia.org.

Meskipun demikian, risiko penyakit jantung terutama bagi lansia dapat dikurangi dengan menerapkan beberapa langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah tips cara mengurangi risiko terserang penyakit jantung di usia tua:

  • Menjaga Pola Makan yang Sehat

Salah satu langkah penting dalam mengurangi risiko terserang penyakit jantung, yaitu dengan menjaga pola makan yang seimbang dan sehat. Lansia dianjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan yang tinggi gula dan garam. Disarankan bagi lansia agar mengonsumsi makanan rendah lemak, gula, dan garam serta memperbanyak konsumsi sayur-sayuran, buah, kacang-kacangan, ikan, dan makanan tinggi serat. Salah satu langkah penting adalah menjaga pola makan yang sehat dan seimbang. Lansia diharapkan dapat menghindari makanan cepat saji dan goreng–gorengan. Dengan menjaga pola makan, tekanan darah, kadar kolesterol, dan berat badan lansia dapat terkontrol sehingga membantu jantung bekerja tidak terlalu berat. 

  • Kelola Pola Pikir dan Stres

Tidak hanya menjaga pola makan, lansia juga diharapkan dapat mengelola stres. Memasuki usia tua selain perubahan fisik, lansia juga akan menghadapi perubahan emosional. Apabila tidak dapat mengelola pikiran dengan baik, lansia dapat mengalami stres dan jika berkepanjangan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama jantung. Oleh sebab itu, penting bagi lansia untuk dapat menghindari aktivitas berat yang dapat memicu tekanan darah tinggi. Sebaliknya, lansia disarankan untuk melakukan aktivitas menyenangkan seperti, membaca buku, berkebun, atau mengaji. Dalam hal ini keluarga juga memegang peran penting untuk dapat selalu merangkul dan mendengarkan lansia agar tidak merasa sendiri. 

  • Aktif Berolahraga

Selain itu, aktivitas fisik ringan juga sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung lansia. Dengan rutin melakukan aktivitas fisik ringan, sirkulasi dalam tubuh dapat berjalan optimal. Tidak harus melakukan olahraga berat dengan durasi waktu lama. Cukup beraktivitas ringan seperti jalan kaki pagi, senam lansia, berkebun, bersepeda ringan dapat membantu peredaran darah dalam tubuh sehingga dapat menjaga kebugaran. Sebelum melakukan aktivitas fisik, penting untuk menyesuaikan dengan kemampuan dan kesehatan diri. Aktivitas fisik ringan dapat dilakukan kurang lebih 15-30 menit selama 3-5 kali dalam seminggu. Namun, aktivitas yang dilakukan harus sesuai dengan kondisi dan tetap mengutamakan keselamatan. Lansia juga diharapkan dapat melakukan pemeriksaan rutin terkait kondisi tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol sehingga dapat terdeteksi sejak dini apabila ada risiko penyakit jantung. Hal ini dapat membantu melakukan penanganan secara tepat dan cepat. 

Menjaga kesehatan jantung bagi lansia bukan hal yang sulit. Namun, meskipun demikian diperlukan konsistensi tinggi. Dengan dukungan keluarga, lingkungan, dan kesadaran dalam diri diharapkan dapat meminimalisir risiko penyakit jantung pada lansia. Jantung yang sehat dapat membantu lansia menjalani hari tua dengan bahagia, aktif, mandiri, dan berkualitas. Mari bersama-sama menerapkan pola hidup sehat untuk dapat menjaga tubuh dari risiko penyakit jantung. Lansia sehat adalah pondasi keluarga dan masyarakat yang kuat.

Loading ...
Scroll to Top