
RADIOPENSIUNAN.COM
Taman Wisata Candi Prambanan kembali menjadi panggung bagi penyelenggaraan event musik tahunan Prambanan Jazz Festival (PJF) 2026 Celebrate the Joy. Festival musik yang memasuki tahun ke-12 penyelenggaraannya ini merupakan event yang terus berkembang sebagai salah satu agenda pariwisata unggulan nasional yang mempertemukan musik, budaya, dan warisan dunia dalam satu pengalaman yang berkesan.
Founder Prambanan Jazz Festival Anas Syahrul Alimi, mengatakan tema Celebrate the Joy dipilih karena festival bukan sekadar tempat menikmati konser, tetapi juga ruang yang menghadirkan kegembiraan bagi semua orang.
“Tahun ini kami mengusung tema Celebrate the Joy di mana kami merayakan kegembiraan. Sebuah festival haruslah menyenangkan, semuanya harus bisa bersenang-senang. Kami memposisikan Prambanan Jazz layaknya sebuah rumah untuk pulang,” ujar Anas pada acara Press Conference Prambanan Jazz Festival di Lapangan Agastya, Taman Wisata Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Kamis (2/7/2026).
Selama 12 tahun penyelenggaraannya, Prambanan Jazz Festival terus berupaya menjaga keseimbangan antara menghadirkan musisi populer dengan tetap mempertahankan identitas jazz sebagai ruh utama festival.
“Festival ini terus berproses mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya. Bersama kurator musik, kami menghadirkan berbagai program seperti Playing Jazz, yang memberikan ruang bagi musisi lintas genre untuk mengeksplorasi musik jazz dengan pendekatan mereka sendiri. Tahun ini sekitar 63 persen jajaran penampil memiliki keterkaitan kuat dengan unsur jazz, sehingga identitas festival tetap terjaga,” jelas Anas.
Kurator Musik Prambanan Jazz Festival, Shadu Rasidi, menambahkan bahwa kurasi festival tahun ini dirancang untuk menghadirkan kualitas musikal yang semakin kuat sekaligus memastikan keberlangsungan festival dalam jangka panjang.
“Kami percaya sebuah festival harus memiliki identitas yang kuat sekaligus mampu terus berkembang. Karena itu kami terus mencari keseimbangan antara kualitas artistik dan keberlanjutan festival agar setiap tahun kami memiliki kesempatan untuk semakin memperkuat unsur jazz di dalam Prambanan Jazz Festival,” ungkap Shadu.
Sebagai salah satu festival musik terbesar di Indonesia, Prambanan Jazz Festival turut mendukung penguatan sektor pariwisata nasional melalui penyelenggaraan event berskala internasional yang mampu menarik kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay), sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar destinasi.
Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang Panutur, mengatakan bahwa penyelenggaraan event berkualitas merupakan bagian penting dalam memperkuat daya saing destinasi wisata Indonesia.”Kami melihat bahwa music tourism dan sport tourism merupakan dua sektor yang memiliki daya tarik sangat besar, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Karena itu, kami terus mendukung Prambanan Jazz Festival yang kini telah memasuki tahun ke-12 dan terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Tahun lalu festival ini berhasil menghadirkan sekitar 76 ribu pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan, dan kami optimistis tahun ini jumlah tersebut dapat terus meningkat,” ujarnya.
Menurut Gistang, dampak penyelenggaraan festival tidak hanya dirasakan oleh pengelola destinasi maupun penyelenggara acara, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Event seperti Prambanan Jazz Festival memberikan efek yang dampaknya dirasakan oleh pelaku pariwisata, sektor perhotelan, transportasi, ekonomi kreatif, hingga UMKM di sekitar kawasan. Dengan penyelenggaraan selama tiga hari, festival ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” jelasnya.
Melalui penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival 2026, InJourney Destination Management bersama seluruh pemangku kepentingan berharap kawasan Taman Wisata Candi Prambanan terus berkembang sebagai destinasi budaya kelas dunia yang mampu menghadirkan pengalaman wisata yang aman, nyaman, berkesan, serta memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat sekitar tanpa mengesampingkan prinsip pelestarian warisan budaya. ( Adji Soebijantoro )