Cegah Osteoporosis Untuk Lansia

RADIOPENSIUNAN.COM

Osteoporosis atau yang biasa dikenal dengan pengeroposan tulang merupakan salah satu permasalahan yang kerap terjadi pada lansia. Pada lansia yang mengalami osteoporosis, tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Lansia yang mengalami gangguan osteoporosis menjadi tidak nyaman melakukan aktivitas sehari-hari karena adanya penurunan fungsi tulang dalam tubuh. Dilansir dari ramahlansia.org, kepadatan dan kekuatan tulang pada lansia yang mengalami gangguan osteoporosis akan berkurang. Proses resorpsi tulang pada lansia berbanding terbalik dengan proses pembentukan tulang sehingga tingkat resorpsi akan lebih banyak dibandingkan tingkat pembentukan tulang pada lansia. 

Upaya pencegahan pada penyakit osteoporosis dapat dimulai sejak usia muda dengan menerapkan pola hidup sehat dan olahraga secara rutin. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan bagi lansia untuk tetap dapat menerapkan gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko adanya gangguan osteoporosis. Berikut adalah cara pencegahan gangguan osteoporosis bagi lansia:

  • Cukupi Asupan Vitamin D

Dalam membantu penyerapan kalsium, tubuh memerlukan asupan vitamin D yang cukup. Asupan vitamin D yang direkomendasikan berkisar pada angka 800 IU. Salah satu cara yang paling mudah dilakukan oleh lansia untuk mendapatkan asupan vitamin D dengan rutin berjemur di pagi hari kurang lebih 10-15 menit selama 2-3 minggu sekali. Selain berjemur, asupan vitamin D juga dapat diperoleh melalui konsumsi makanan olahan ikan laut dan kuning telur.

  • Konsumsi Kalsium dengan Cukup

Kalsium merupakan salah satu jenis mineral yang berfungsi untuk menjaga kekuatan tulang di dalam tubuh. Bagi lansia yang sudah berumur 60 tahun ke atas, sangat direkomendasikan untuk dapat mengonsumsi kalsium sebanyak 1.200mg. Lansia dapat mengonsumsi makanan kaya kalsium tinggi yang terdapat di dalam sayuran hijau, olahan kedelai, susu, yogurt, ikan, teri, kacang-kacangan, dan brokoli. 

  • Rutin Berolahraga

Rutin berolahraga secara teratur mampu mengurangi risiko patah tulang sebesar 40% dan membantu dalam meningkatkan massa tulang sehingga tulang akan semakin lebih kuat. Aktivitas olahraga dapat dilakukan kurang lebih 15-30 setiap harinya disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Jenis olahraga yang dilakukan berupa aktivitas fisik ringan seperti jogging, zumba, senam, bersepeda, maupun aktivitas pilates lain.

  • Lakukan Pemeriksaan Kepadatan Tulang

Untuk dapat mengetahui kondisi tulang di dalam tubuh lansia, lansia diharapkan dapat melakukan pemeriksaan kepadatan tulang di faskes terdekat. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepadatan tulang lansia dan mengenali adanya risiko gangguan osteoporosis. Dengan melakukan pemeriksaan kepadatan tulang akan mempermudah tenaga kesehatan dalam melakukan kontrol dan memberikan penanganan yang tepat pada kondisi tulang yang dialami oleh lansia.

Dengan menerapkan pola hidup sehat yang dimulai dengan konsumsi makanan bergizi hingga penerapan gaya hidup sehat akan membantu lansia mengurangi risiko gangguan osteoporosis. Meskipun tidak dapat disembuhkan, gangguan osteoporosis pada lansia dapat dikurangi dampaknya melalui penerapan hidup sehat. Tulang yang kuat akan membantu lansia untuk tetap melanjutkan kehidupan yang aktif, sehat, dan mandiri. Maka dari itu, mari bersama-sama menerapkan pola hidup sehat untuk kehidupan di masa tua yang lebih baik.

Loading ...
Scroll to Top