
RADIOPENSIUNAN.COM
Kegiatan seru saat imlek sebenarnya lebih dari sekadar petasan dan angpao lho, dan ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru Imlek atau yang dikenal dengan nama 春节 (Chūnjié). Sebagai salah satu perayaan terbesar bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, Imlek tidak hanya identik dengan petasan dan 红包 (hóngbāo) atau angpao. Di balik tradisi tersebut, terdapat berbagai kegiatan dan ritual yang sarat makna. Dilansir dari mandarin.fbs.unesa.ac.id , simak apa saja aktivitas menarik yang biasa dilakukan saat Imlek!
1. Reuni Keluarga: Momen Kebersamaan
Imlek adalah waktu yang sangat dinantikan untuk berkumpul bersama keluarga. Banyak orang yang rela menempuh perjalanan jauh untuk pulang ke kampung halaman demi merayakan tahun baru bersama orang-orang tercinta. Makan malam Tahun Baru atau yang dikenal dengan sebutan 年夜饭 (nián yè fàn) menjadi tradisi yang tak bisa dilewatkan. Saat itu, keluarga besar berkumpul untuk menikmati hidangan khas Imlek, seperti ikan, dumpling, dan berbagai makanan lezat lainnya, yang melambangkan harapan akan kelimpahan dan kebersamaan di tahun yang baru.
2. Memberikan Angpao: Simbol Keberuntungan
Pemberian 红包 (hóngbāo) atau angpao menjadi tradisi yang paling dikenal saat Imlek. Uang dalam amplop merah ini biasanya diberikan oleh orang yang lebih tua atau sudah menikah kepada anak-anak, saudara muda, atau orang yang belum menikah. Angpao tidak hanya sebagai hadiah, tetapi juga melambangkan keberuntungan, berkah, dan kemakmuran untuk tahun yang baru. Siapa yang tidak suka menerima angpao, bukan?
3. Membersihkan Rumah: Menyambut Keberuntungan Baru
Sebelum Tahun Baru Imlek, ada tradisi untuk membersihkan rumah. Aktivitas ini disebut 扫尘 (sǎo chén), yang artinya membersihkan debu atau mengusir keburukan. Tradisi ini bertujuan untuk mengusir nasib buruk dan mempersiapkan rumah agar siap menerima keberuntungan baru. Namun, pada hari pertama Imlek, rumah tidak boleh dibersihkan karena dianggap bisa menyapu keberuntungan yang datang.
4. Dekorasi Merah: Keberuntungan di Setiap Sudut Rumah
Selama Imlek, rumah dihiasi dengan dekorasi berwarna merah yang dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan. 春联 (chūnlián), yaitu pasangan puisi atau kalimat keberuntungan, biasanya digantung di pintu rumah. 灯笼 (dēnglóng), lentera merah juga sering digantung di berbagai sudut rumah untuk menambah kemeriahan perayaan Imlek.
5. Makan Makanan Khas: Hidangan dengan Makna
Makanan khas Imlek tidak hanya untuk dinikmati, tetapi juga memiliki makna simbolis. 年糕 (niángāo), kue beras yang manis, melambangkan kemajuan dan kelancaran hidup. 长寿面 (cháng shòu miàn), mie panjang, melambangkan harapan untuk umur panjang. Sementara 鱼 (yú, ikan) yang dilafalkan sama dengan 余 (yú, berlebih), melambangkan kelimpahan rezeki di tahun baru.
6. Mengunjungi Kuil atau Bersembahyang: Memohon Berkah
Bagi banyak orang Tionghoa, bersembahyang atau mengunjungi kuil pada awal Imlek adalah bagian dari tradisi untuk memohon keberuntungan dan berkah dari dewa-dewa serta leluhur. 拜年 (bàinián), tradisi mengunjungi orang yang lebih tua atau kerabat, juga dilakukan untuk memberikan salam dan doa agar tahun baru dipenuhi dengan kebahagiaan dan kemakmuran.
7. Menari Barongsai dan Liong: Mengusir Roh Jahat
Tarian 舞狮 (wǔ shī) atau barongsai dan 舞龙 (wǔ lóng) atau naga adalah pertunjukan yang tak boleh dilewatkan saat Imlek. Menari barongsai dan naga dipercaya dapat mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan, shio yang dibawa juga percaya ada peruntungan. Biasanya, pertunjukan ini diadakan di jalan-jalan atau di berbagai acara besar selama perayaan Imlek untuk meriahkan suasana.
8. Kembang Api: Menyambut Tahun Baru
Selain petasan, 烟花 (yānhuā) atau kembang api menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Imlek. Kembang api ini biasanya dinyalakan pada malam Tahun Baru Imlek untuk merayakan awal tahun baru dan mengusir roh jahat. Percikan cahaya dari kembang api melambangkan harapan akan kehidupan yang cerah dan penuh kebahagiaan.
9. Berpakaian Baru: Simbol Semangat Baru
Tradisi mengenakan pakaian baru saat Imlek melambangkan semangat baru dan harapan untuk memulai tahun yang lebih baik. Banyak orang mengenakan pakaian berwarna merah yang dipercaya membawa keberuntungan dan melindungi dari hal-hal buruk. Pakaian baru juga menjadi simbol pembaruan dalam hidup.
10. Menghindari Aktivitas yang Tidak Menguntungkan
Pada hari pertama Tahun Baru Imlek, ada beberapa hal yang dianggap tabu. Misalnya, mengucapkan kata-kata yang berhubungan dengan kematian atau keburukan, sehingga lebih dipilih mengucapkan Gong Xi Fa Cai, menggunakan alat pemotong (seperti gunting atau pisau), atau meminjam uang. Aktivitas ini dianggap dapat mendatangkan sial sepanjang tahun.
Kesimpulan
Imlek bukan hanya tentang menyalakan petasan dan memberi angpao, tetapi juga tentang kebersamaan, harapan, dan berbagai tradisi yang sarat makna. Perayaan ini adalah waktu yang tepat untuk merayakan kehidupan, keluarga, dan semua keberuntungan yang akan datang di tahun baru. Dengan berbagai kegiatan yang menyatukan keluarga dan masyarakat, Imlek menjadi perayaan yang penuh semangat dan makna.