Menjadi Lansia Bahagia

RADIOPENSIUNAN.COM

Lansia adalah seorang yang sudah berusia 60 tahun keatas. Menurut WHO atau Badan Kesehatan Dunia, lansia dibagi menjadi 3 kategori/kelompok yaitu, Lansia muda ( usia 60-69 tahun ). Lansia dewasa ( usia 70-79 tahun ) Lansia tua ( usia lebih atau sama dengan 80 tahun. Pada beberapa waktu di sepanjang siklus kehidupan seseorang menuju lansia akan terdapat bahaya serius yang lebih potensial sehngga proses penyesuain pribadi dan sosial tidak dapat dilakukan secara baik pada usia lanjut .Sebagian dari masalah ini disebabkan oleh karena menurunnya kemampuan mental orang yang berusia lanjut lebih mudah diserang oleh bahaya potensial ( bahaya fisik,penyakit dan hambatan fisik,kurang gizi, mengendurnya kemampuan sosial, kecelakaan, bahaya psikologis ) dibandingkan pada usia sebelumnya.

Seseorang yang mengalami proses menuju usia lanjut biasanya akan mengalami kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan yang berkelanjutan akan berdampak pada keseimbangan emosional individu dan akhirnya akan termanifestasi dalam berbagai keluhan fisik.  Sebenarnya manusia awalnya berkembang dari ketidakberdayaan hingga menjadi manusia yang sempurna dan mandiri, yang akhirnya akan menjadi renta dan tak berdaya lagi. Akan tetapi ada sebagian orang yg takut menerima kenyataan ini serta tidak tahu harus bagaimana menghadapi usia lanjutnya.  Setelah menginjak usia lanjut, kebanyakan orang mengurangi aktivitas sehari-hari, karena stamina sudah jauh berkurang, punya kondisi kesehatan tertentu, atau tidak ada kesempatan. Padahal, orang lanjut usia (lansia) justru harus tetap aktif dengan melakukan beragam aktivitas yang berguna setiap hari agar lansia sehat dan bugar, aktivitas baik fisik, sosial, maupun kegiatan berguna lainnya, bisa memberikan beragam manfaat pada kesehatan lansia. Lansia dapat menentukan kegiatan yang cocok dengan mempertimbangkan hobi dan minat, menyadari kondisi fisiknya, serta memahami tuntutan fisik yang diperlukan. Ambil contoh, lansia tidak mungkin melakukan kegiatan pendakian jika memiliki sakit lutut. Sebaliknya, orang dengan kondisi ini mungkin masih dapat melakukan olahraga jalan kaki setiap pagi.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, berikut beragam pilihan aktivitas yang umumnya aman untuk lansia.

1. Olahraga. Olahraga untuk lansia, baik yang dilakukan sendiri atau bersama dengan orang lain bisa jadi pilihan, seperti: jalan kaki, berenang, yoga, senam lansia atau latihan peregangan. Lansia juga bisa ikut kelas olahraga bersama, seperti kelas yoga, komunitas gerak jalan, atau bersepeda. Kelas olahraga bersama bermanfaat agar lansia tidak merasa kesepian dan lebih bersemangat karena melakukan olahraga bersama-sama.

2.  Kerajinan tangan. Lansia juga bisa melakukan kerajinan tangan untuk mengisi waktu luang agar tidak bosan dan kesepian. Beberapa aktivitas kerajinan tangannya seperti, melukis, menggambar, merajut, atau yang lebih kompleks, membuat tembikar.

3.  Berkebun.  Berkebun dengan kegiatan seperti, menanam, menyiram tanaman, dan membersihkan dedaunan kering, bisa memenuhi kebutuhan gizi lansia akan vitamin D dari sinar matahari.

4. Membaca dan menuliis. Jika menyukai buku, membaca bisa menjadi pilihan kegiatan yang tepat. Kegiatan ini dapat dilakukan sendiri di rumah atau klub buku tertentu sambil meningkatkan hubungan sosial. Selain itu, menulis juga bisa menjadi alternatif lansia yang suka bercerita dan bermanfaat untuk mengasah kemampuan berpikir serta kreativitasnya.

5.  Memasak. Aktivitas masak bisa menjadi solusi yang menyenangkan, terlebih jika dapat berkreasi membuat berbagai menu makanan sehat lansia untuk menunjang kebutuhan gizinya.

6.  Menari dan bermain musik. Musik telah terbukti dapat memberi dampak positif terhadap siapapun. Oleh sebab itu aktivitas lansia, seperti mendengarkan musik, memainkan alat musik, atau menari, cocok jadi pilihan yang tepat.

7. Memelihara hewan. Dilansir dari laman UMH, penelitian telah menunjukkan bahwa memelihara hewan bisa membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan. Memelihara kucing, anjing, burung, atau ikan pun bisa menjadi ragam opsi aktivitas lansia.

8.  Menjadi relawan. Menjadi sukarelawan dapat mengatasi perasaan tidak lagi aktif berperan yang mungkin lansia rasakan, sehingga dengan bergabung dalam berbagai kegiatan, acara, atau komunitas sosial dapat menjadi pilihan aktivitas yang menyenangkan bagi lansia.

9.  Game mengasah otak. Permainan atau game mengasah otak bisa menjadi solusi bagi lansia yang tak bisa bepergian keluar rumah. Contoh permainan yang bisa dicoba seperti catur atau kartu, yang bermanfaat untuk mencegah penurunan fungsi otak pada lansia. Dengan beragam pilihan aktivitas tersebut, tidak ada alasan bagi lansia untuk bermalas-malasan.

Menjaga kesehatan mental dan psikologis para lansia sangat penting dan dapat meningkatkan serta menimbulkan rasa bahagia untuk mereka, itu sebabnya kita perlu menjaga kestabilan emosional lansia.Karena jika terjadi kerusakan pada mental atau psikis mereka, maka akan menimbulkan berbagai penyakit yang mengganggu kebahagiaan lansia.  Lansia justru akan merasa bahagia jika bisa tetap aktif dan produktif dalam berkegiatan. ( sidaya.kemendukbangga.go.id )

Loading ...
Scroll to Top