
RADIOPENSIUNAN.COM
Diabetes melitus (DM) adalah kondisi medis kronis yang ditandai oleh kadar glukosa darah yang tinggi. Ketika diabetes terjadi pada orang lanjut usia (lansia), kondisi ini dapat memiliki dampak yang lebih signifikan dan memerlukan perhatian khusus dalam pengelolaannya.
Jenis DM pada lansia tetap dibedakan menjadi beberapa tipe, diantaranya tipe 1, tipe 2 dan tipe lain. Namun tipe diabetes yang paling sering ditemukan adalah Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) dan akibat penggunaan obat steroid (steroid induced diabetes) seperti dilansir dari ekahospital.com.
Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2)
Penyebab: DMT2 terjadi karena kombinasi dari resistensi insulin (tubuh tidak merespon insulin dengan baik untuk membantu glukosa masuk ke dalam sel tubuh dan diubah menjadi energi). Faktor keturunan, gaya hidup tidak sehat, dan obesitas sangat berperan dalam perkembangan DMT2.
Pengelolaan: Pengelolaan DMT2 melibatkan perubahan gaya hidup seperti menjaga pola makan sehat, mengontrol berat badan, dan meningkatkan aktivitas fisik. Obat-obatan minum saat ini sangat bervariasi dengan berbagai indikasi sesuai dengan kondisi pasien dapat digunakan untuk mengontrol DMT2.Penyandang DMT2 juga dapat diberikan insulin sesuai dengan kebutuhan.
Pengaruh diabetes pada Lansia
Diabetes pada lansia dapat memiliki dampak yang serius terhadap kesehatan mereka. Salah satunya adalah peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke. Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan pada saraf, terutama pada kaki dan tangan, yang dapat mengakibatkan neuropati berupa nyeri, kesemutan, atau mati rasa.
Selain itu, diabetes juga dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal, gangguan penglihatan, dan luka yang sulit sembuh. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi dan gangguan mental seperti depresi.
Faktor risiko diabetes pada lansia
Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian diabetes pada lansia adalah:
- Riwayat keluarga dengan diabetes
- Gaya hidup tidak sehat, seperti diet tinggi gula dan lemak, serta kurangnya aktivitas fisik
- Obesitas atau kelebihan berat badan
- Penurunan sensitivitas tubuh terhadap insulin seiring bertambahnya usia
- Kondisi kesehatan lain seperti tekanan darah tinggi atau kadar kolesterol yang tinggi
Gejala Diabetes pada Lansia
Diabetes pada awal perjalanannya tidak menimbulkan gejala sehingga menjadi penting untuk melakukan pemeriksaan gula darah baik dengan gula darah puasa, sewaktu dan HbA1c (rata-rata gula 3 bulan). Jika sudah muncul gejala artinya diabetes sudah terjadi untuk waktu yang cukup lama, dan pada lansia gejalanya dapat bervariasi. Beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai meliputi:
- Sering merasa haus dan lapar
- Sering buang air kecil, terutama pada malam hari
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
- Kelelahan yang berlebihan
- Luka atau borok yang sulit sembuh
- Penglihatan kabur
- Kesemutan, nyeri, atau mati rasa pada tangan atau kaki
Cara mengelola diabetes pada lansia
Pengelolaan diabetes pada lansia memerlukan pendekatan yang holistik, beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:
- Pola makan sehat: mengonsumsi makanan rendah gula, rendah lemak, tinggi serat, serta menghindari makanan yang mengandung gula tambahan.
- Aktivitas fisik: melakukan aktivitas fisik secara teratur seperti berjalan, berenang, atau yoga untuk membantu mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
- Pantau kadar glukosa darah: rutin memeriksa kadar glukosa darah dan mengikuti anjuran dokter terkait penggunaan obat-obatan jika diperlukan.
- Pengelolaan stres: mengelola stres dengan cara meditasi, relaksasi, atau aktivitas yang menyenangkan untuk mengurangi risiko fluktuasi kadar gula darah.
Penting juga untuk berkomunikasi secara terbuka dengan tim medis yang merawat untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan mengikuti program pengelolaan diabetes yang sesuai dengan kondisi kesehatan individu.
Dengan pendekatan yang tepat dan perawatan yang teratur, diabetes pada lansia dapat dikelola dengan baik untuk menjaga kualitas hidup yang optimal.